Mau dapat uang silakan klik link ini

Selasa, 14 September 2010

Asal-Usul Danau Toba



Asal -Usul Danau Toba

Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia rajin bekerja meski lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanyayang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia masih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. "Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar", gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah  mendapat seekor ikan cukup besar.

  Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol berkilat menakjubkan. Tiba-tiba ikan itu bicara, " Tunggu, aku jangan di makan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku".

  Petani terkejut mendengar suara ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita.

  "Bermimpikah aku?" gumam petani.
  "jangan takut, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata," kata gadis itu. "Namaku Putri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu," kata gadis itu. Petani itu pun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Putri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat.

   Setelah sampai di desanya, gemparlah penduduk desa  melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut. "Dia mungkin bidadari yang turun dari langit," gumam mereka

  Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terusbekerja untuk mencari nafkah. Ia mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, Petani dan Putri bisa hidup berkecukupan. Banyak orang iri, dan mereka menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani. "Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus!" kata seseorang kepada temannya. Hal itu sampai ke telinga Petani dan Putri. Namun mereka tidak merasa tersinggung, bahkan semakin rajin bekerja.

Setahun kemudian, kebahagiaan Petani dan Putri bertambah, karena Putri melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia di beri nama Putra. Putra tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar. Makanan yang seharusnya di makan bertiga dapat di makannya sendiri.

Lama-kelamaan, Putra selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orangtua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu ,mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka. "Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita!" kata Petani kepada istrinya. "Syukurlah, Kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik," puji Putri kepada suaminya.

 Namun, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini di alami oleh Petani itu. Pada suatu hari, Putra mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman kesawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putra tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putra sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer telinga anaknya, "Anak tak tahu di untung! Tak tahu diri! Dasar anak ikan !" umpat si Petani. Tanpa sadar ia telah melanggar janji dengan mengucapkan kata pantangan itu.

Setelah Petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Dari bekas injakan kakinya, tiba- tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya di kenal dengan nama Danau Toba, sedabgkan pulau kecil di tengahnya di kenal dengan nama Pulau Samosir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar